Berawal di penghujung bulan April hingga Mei 2026, selama tiga pekan Cipta Garis Temurun mengadakan kegiatan Kursus Singkat Jilid 01: Arsip, Fashion, dan Sedjarah Pakaian. Mula-mula, kegiatan ini berangkat dari keinginan sederhana untuk menciptakan ruang pertukaran pengetahuan untuk para praktisi, pelajar dan penggiat di bidang fashion, tekstil dan kebudayaan. Fokus utamanya membahas seputar pemanfaatan arsip dalam proses pembelajaran, juga penguatan cara pandang dalam melihat konteks pakaian dan tekstil di Indonesia. Berbekal hasil riset yang telah ditekuni selama dua tahun terakhir, program Kursus Singkat ini akhirnya bisa direalisasikan dan diikuti oleh tiga belas orang peserta. Peserta yang mengikutinya datang dengan latar belakang beragam. Beberapa di antaranya adalah desainer, mahasiswa, praktisi budaya, maupun peminat pakaian tradisional dari bidang profesi lain.
Sabtu, 25 April 2026 menjadi hari perdana dimulainya rangkaian Kursus Singkat Jilid 01 ini. Sejak pukul sepuluh pagi, para peserta mulai berdatangan dan berkenalan di dalam ruangan studio yang cukup besar. Kursi-kursi mulai terisi, sementara kue tampah yang disajikan pelan-pelan mulai mengeluarkan aromanya. Ternyata tak butuh waktu lama bagi para peserta untuk saling berbincang di momen pertemuan pertama mereka. Muncul sayup-sayup suara “salam kenal ya”, juga uluran tangan yang mengubah suasana menjadi lebih hangat. Diawali dengan topik “Misuh-Misuh Fesyen Isu”, kursus dibuka dengan paparan dari Danya Adhalia, selaku inisiator Cipta Garis Temurun, mengenai perbedaan konsep fashion sebagai industri dan produk budaya. Peserta diajak untuk memikirkan pendekatan yang lebih menyeluruh ketika memaknai kedua konsep itu secara berdampingan. Selanjutnya, Danya mulai membedah beberapa isu serta kasus fashion global yang sedang ramai dibicarakan. Peserta pun membentuk kelompok-kelompok kecil lalu mendiskusikan isu-isu lain yang sama menariknya. Dari diskusi yang riuh dan penuh itu, muncullah berbagai perspektif baru dalam melihat fashion secara interdisipliner.
Keseruan berlanjut ketika kursus di pekan kedua mengangkat topik “Susur Telusur Sedjarah Pakaian” dan “Sejarah Kebaya”. Salwa Fatima, peneliti Sedjarah Pakaian, membukanya dengan topik yang membuat peserta menyusuri lagi jejak sejarah Nusantara. Apakah tradisi pakaian yang tersimpan di sekitar kita memang betul-betul “otentik”? Untuk menjawab itu, Salwa bercerita tentang sejarah perdagangan, kolonialisme, hingga globalisasi yang nyatanya sama-sama memengaruhi perkembangan pakaian di Indonesia. Banyak peserta merespons dengan membagikan cerita mereka, sembari mengingat lagi asal-usul tradisi pakaian terdekatnya. Setelah para peserta menyantap makan siang dan membaca buku-buku yang tersuguh di rak Pojok Baca CGT, agenda dilanjutkan dengan paparan Alma Al-Farisi, konten kreator dan peneliti sejarah dan budaya, tentang kebaya. Melalui gemasnya salindia hasil riset berwarna merah muda, Alma menyoroti potret-potret kebaya yang ia kumpulkan dari berbagai era. Paparannya menunjukkan bagaimana kebaya berevolusi dari waktu ke waktu, juga bagaimana kebaya beralih menjadi situs politik yang menubuh pada perempuan.
Pada pekan terakhir, Danya memperkaya pembahasan dengan menampilkan ragam pakaian tradisional dari kacamata desain. Kursus menjadi semakin hidup ketika peserta dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil, kali ini untuk mengobservasi koleksi pakaian antik secara bergantian. Dengan penuh kehati-hatian peserta mengamati, menyentuh, dan membalikkan lipatan empat pakaian berbeda lalu membuat catatan observasi mengenai elemen-elemen yang ditemukan seperti jenis jahitan, struktur kain, bentuk pola pakaian, hingga hiasan dekoratif. Temuan-temuan ini lalu didiskusikan dalam konteks sejarah dan tradisinya. Menjelang penutupan rangkaian kursus, peserta pun menggarap riset mandiri. Peserta mulai membubuhi kertas-kertas kosong dengan arsip foto dari berbagai database online yang diperkenalkan sebelumnya, juga dengan penjelasan objek pakaian paling personal dalam hidup mereka. Hasilnya, masing-masing peserta memiliki sebuah poster yang akan dikompilasikan dalam bentuk zine kolektif. Agenda riset kecil-kecilan tersebut menjadi sentuhan berkesan untuk menutup rangkaian kursus, sebelum jilid selanjutnya tiba dengan cerita menarik lainnya.
Penulis: Rafi Syabi Aferza
Editor: Danya Adhalia
![[REV] KS01 Poster 1](https://mail.ciptagaristemurun.com/sitepad-data/uploads/2026/05/REV-KS01-Poster-1-1.png)





